Tempatnya Berbagi Modul dan Makalah Pendidikan

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Proses, Contoh Soal Jurnal

Terkait Pengertian Jurnal Penyesuaian, Proses, Contoh Soal Jurnal

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Proses, Contoh Soal Jurnal - Artikel ini membahas tentang jurnal penyesuaian, neraca saldo yang telah disesuaikan. Melalui artikel ini diharapkan dapat membuat jurnal penyesuaian diakhir periode.

Proses Penyesuaian 

Karakteristik Proses Penyesuaian

Dengan menggunakan konsep periode akuntansi (accounting period concept), akuntan harus menentukan pada periode mana pendapatan dan beban perusahaan seharusnya dilaporkan. Untuk menentukan periode yang tepat, ia mengacu pada prinsip akuntansi berterima umum (PABU) – yang dalam bahasa Inggrisnya disebut generally accepted accounting principles (GAAP) – yang mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual.

Dalam akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting), pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan. Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan pada saat jasa telah diberikan kepada pelanggan. Kas yang telah atau belum diterima dari pelanggan selama periode itu. Konsep akuntansi yang mendukung pencatatan pendapatan seperti ini disebut konsep pengakuan pendapatan (revenue recognition concept).

Pada akuntansi berbasis akrual, beban dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban tersebut. Sebagai contoh, gaji karyawan dilaporkan sebagai beban pada periode saat karyawan menyediakan jasa untuk pelanggan, yang tidak harus sama waktunya dengan saat gaji dibayarkan. Konsep akuntansi yang mendukung pencatatan pendapatan dan beban yang terkait dengan pendapatan tersebut pada periode yang sama disebut konsep pemadanan (matching concept), atau prinsip pemadanan (matching principle). Dengan memadankan atau menandingkan pendapatan dengan bebannya, laba atau rugi bersih untuk periode tersebut akan dilaporkan dengan benar dalam laporan laba rugi.

Proses Penyesuaian

Pada akuntansi berbasis akrual beberapa akun dalam buku besar memerlukan pemuktahiran (updating). Sebagai contoh, saldo untuk beban dibayar dimuka biasanya lebih catat karena penggunaan aset ini tidak dicatat secara harian. Saldo akun Bahan Habis Pakai (supplies) yang meliputi kertas, pulpen, tinta printer, dan sejenisnya. Biasanya mencerminkan biaya bahan habis pakai pada awal periode ditambah biaya bahan habis pakai yang dibeli selama periode tersebut. Untuk mencatat penggunaan bahan habis pakai harian akan memerlukan banyak ayat jurnal dengan jumlah yang kecil-kecil. Selain itu, jumlah nilai habis pakai umumnya relative lebih kecil dibandingkan aset lainnya, sehingga manajer biasanya tidak memerlukan informasi harian mengenai bahan habis pakai.

Analisis dan pemuktahiran akun-akun pada akhir periode sebelum laporan keuangan disebut proses penyesuaian (adjusting process). Ayat jurnal yang memuktahirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries). Seluruh ayat jurnal penyesuaian memengaruhi paling tidak satu akun laba rugi dan satu akun neraca. Jadi, ayat jurnal penyesuaian akan selalu melibatkan akun pendapatan atau beban dan akun aset atau kewajiban. Bagian berikutnya akan membahas cara mengetahui apakah suatu akun memerlukan penyesuaian.

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Proses, Contoh Soal Jurnal_
image source: unic.ac.cy
baca juga:
Jenis Akun yang Memerlukan Penyesuaian

Ada empat jenis akun memerlukan ayat jurnal penyesuaian. Golongan pertama adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal, yaitu beban dibayar dimuka (prepaid expenses) dan pendapatan diterima dimuka (unearned revenue). Golongan ini kerap disebut pos tangguhan (deferral). Golongan kedua adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang, yaitu akruan pendapatan (accrued revenues) dan akruan beban (accrued expenses).

Beban dibayar dimuka (prepaid expenses), kadang disebut juga beban yang ditangguhkan (deferred expenses) adalah pos yang awalnya dicatat sebagai aset karena kasnya telah dibayarkan, padahal jasa atau baranya belum diterima. Aset ini kemudian berubah menjadi beban seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Bahan habis pakai dan asuransi dibayar dimuka adalah dua contoh beban dibayar dimuka yang memelukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Contoh lain adalah iklan dibayar dimuka dan bunga dibayar dimuka.

Pendapatan diterima dimuka (unearned revenues), kadang disebut juga pendapatan yang ditangguhkan (deferred revenues) adalah pos yang awalnya dicatat sebagai kewajiban karena kasnya telah diterima dimuka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan. Kewajiban ini kemudian berubah menjadi pendapatan seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Contoh pendapatan diterima dimuka adalah sewa diterima dimuka. Contoh lain adalah uang kuliah yang diterima dimuka oleh universitas, premi yang diterima dimuka oleh perusahaan asuransi, dan uang berlangganan majalah yang diterima dimuka oleh penerbit majalah.


Akruan pendapatan (accrued revenues), kadang disebut juga akruan aset (accrued assets) atau piutang pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tetapi belum dicatat di akun pendapatan. Contohnya adalah imbalan atas jasa yang telah diberikan seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode.

Akruan beban (accrued expenses), kadang disebut juga akruan kewajiban (accrued assets) atau beban yang masih harus dibayar, yaitu beban yang telah terjadi, tetapi belum dicatat di akun beban. Contohnya adalah utang gaji kepada karyawan pada akhir periode.


Mencatat  Ayat Jurnal Penyesuaian

Contoh ayat-ayat jurnal penyesuaian di bagian berikut berdasarkan pada buku besar SolusiNet yang dilaporkan dalam daftar saldo yang belum disesuaikan pada tanggal Desember 2009.

Bagan akun baru SolusiNet yang dikembangkan dari bagan akun sebelumnya ditunjukkan sebagai berikut
                                    Bagan Akun Baru untuk SolusiNet
Beban Dibayar Dimuka

  1. Bahan Habis Pakai
            Saldo akun Bahan Habis Pakai SolusiNet pada tanggal 31 Desember adalah Rp2.000.000. Diasumsikan pada tanggal 31 Desember jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp760.000, jumlah yang akan dipindahkan dari akun aset kea kun beban adalah Rp1.240.000 yang dihitung sebagai berikut:
      Bahan habis pakai yang tersedia selama Desember (saldo akun)         Rp 2.000.000
      Sisa bahan habis pakai, 31 Desember                                                             760.000
      Bahan habis pakai yang digunakan (jumlah penyesuaian)               Rp 1.240.000

Kenaikan dalam akun beban dicatat sebagai debit dan penurunan dalam akun aset dicatat sebagai kredit. Pada akhir bulan Desember, akun Beban Bahan Habis Pakai seharusnya didebit Rp1.240.000 dan akun Bahan Habis Pakai dikredit Rp1.240.000 untuk mencatat pemakaian selama bulan Desember. Ayat jurnal penyesuaian dan akun T untuk Bahan Habis Pakai dan Beban Bahan Habis Pakai adalah sebagai berikut:
1 Des 2009 1
2 31 Beban Bahan Habis pakai 55 1.240.000 2
3    Bahan Habis Pakai 14 1.240.000 3
4    Bahan habis pakai yang digunakan
   (Rp2.000.000 – Rp760.000).
4

                    Bahan Habis Pakai                                          Beban Bahan Habis Pakai
Saldo           2.000.000 31 Des         1.240.000   Saldo               800.000
Saldo Peny.    760.000                                         31 Des          1.240.000
                                                                              Saldo Peny.  2.040.000
  1. Asuransi Dibayar Dimuka
Saldo debit Rp2.400.000 dalam akun Asuransi Dibayar dimuka SolusiNet mencerminkan pembayaran dimuka pada tanggal 1 Desember untuk asuransi 12 bulan. Pada akhir bulan Desember, akun Beban Asuransi seharusnya naik (didebit), dan akun Asuransi Dibayar Dimuka seharusnya turun (dikredit) Rp200.000, yaitu beban asuransi untuk satu bulan.
Ayat jurnal penyesuaian dan akun T untuk Asuransi Dibayar Dimuka dan Beban Asuransi adalah sebagai berikut:
5 5
6 31 Beban Asuransi 56 200.000 6
7    Asuransi Dibayar Dimuka 15 200.000 7
8    Asuransi yang terpakai (Rp2.400.000/12). 8

               Asuransi Dibayar Dimuka                                           Beban Asuransi         
Saldo           2.400.000 31 Des           200.000    Saldo               200.000
Saldo Peny. 2.200.000                                       
                                                                             

Setelah jurnal penyesuaian dicatat dan diposting ke buku besar, akun Asuransi Dibayar Dimuka memiliki saldo debit Ro2.200.000. Saldo ini mencerminkan aset yang akan menjadi beban di masa mendatang. Akun Beban Asuransi memiliki saldo debit Rp200.000, yaitu beban untuk periode ini.

Apa akibatnya jika ayat jurnal penyesuaian di atas lupa dibuat? Dan beban asuransi (Rp200.000) tadi tidak dicatat, laporan keuangan yang disiapkan per tanggal 31 Desember akan menjadi salah saji. Dalam laporan laba rugi, saldo Beban Bahan Habis Pakai dan Beban Asuransi akan kurang catat secara total sebesar Rp1.440.000 dan laba bersih akan lebih catat Rp1.440.000. Di neraca, saldo Bahan Habis Pakai dan Asuransi Dibayar Dimuka akan lebih catat secara total sebesar Rp1.440.000. Karena laba bersih meningkatkan ekuitas pemilik, Modal, Cinta Cita juga akan lebih catat Rp1.440.000 di neraca. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

Tanda panah (1) menunjukkan pengaruh kurang catat beban pada aset. Tanda panah (2) menunjukkan pengaruh lebih catat laba bersih pada ekuitas pemilik.

Pendapatan Diterima Dimuka

Sewa Diterima Dimuka
Berdasarkan daftar saldo SolusiNet pada tanggal 31 Desember, saldo akun Sewa Diterima Dimuka adalah Rp360.000. Saldo ini mencerminkan penerimaan sewa tiga bulan pada tanggal 1 Desember untuk bulan Desember, Januari, dan Februari. Pada akhir bulan Desember, akun Sewa Diterima Dimuka seharusnya turun (didebit) sebesar Rp120.000 dan akun Pendapatan Sewa seharusnya naik (dikredit) Rp120.000. Nilai Rp120.000 mencerminkan pendapatan sewa untuk satu bulan (Rp360.000/3). Ayat jurnal penyesuaian dan akun T adalah sebagai berikut.

9 9
10 31 Sewa Diterima Dimuka 23 120.000 10
11    Pendapatan Sewa 42 120.000 11
12       Pendapatan sewa dihasilkan (Rp360.000/3) 12

               Sewa Diterima Dimuka                                                Pendapatan sewa       
31 Des            120.000 Saldo             360.000                                             31 Des      120.000
                                       Saldo Peny.   240.000  

Setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Sewa Diterima Dimuka yang merupakan kewajiban bagi SolusiNet akan bersaldo kredit Rp240.000. Jumlah ini merupakan pendapatan tangguhan (deferral) yang akan menjadi pendapatan di masa depan. Akun Pendapatan Sewa memiliki saldo Rp120.000, yaitu pendapatan untuk periode ini.

Jika jurnal penyesuaian untuk sewa diterima dimuka dan pendapatan sewa di atas tidak dicatat, laporan keuangan yang disiapkan pada tanggal 31 Desember akan menjadi salah saji. Dalam laporan laba rugi, Pendapatan Sewa dan laba bersih akan kurang catat Rp120.000. Di neraca, Sewa Diterima Dimuka akan lebih catat Rp120.000 dan Modal, Cinta Cita akan kurang catat Rp120.000. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

 Jumlah
 Salah Saji
 Laporan Laba Rugi
 Pendapatan kurang catat  Rp   (120.000)
 Beban disajikan dengan benar  Rp           XXX
 Laba bersih kurang catat sebesar  Rp   (120.000)
 Neraca
 Aset disajikan dengan benar  Rp           XXX
 Kewajiban lebih catat  Rp     120.000
 Ekuitas pemilik kurang catat sebesar  Rp     (120.000)
 Jumlah kewajiban dan ekuitas 
 pemilik lebih catat sebesar  Rp           XXX

Akruan Pendapatan

Diasumsikan SolusiNet menandatangani perjanjian dengan perusahaan Rahmat pada tanggal 15 Desember. Perjanjian tersebtu menyatakan bahwa SolusiNet akan menyediakan jasa konsultasi computer melalui telepon dan memberikan bantuan pada karyawan Rahmat. Jasa yang disediakan akan ditagih pada Rahmat pada tanggal 15 setiap bulan dengan biaya Rp20.000 per jam. Per 31 Desember, SolusiNet telah memberikan 25 jam jasa konsultasi pada perusahaan Rahmat. Meskipun pendapatan Rp500.000 (25 jam x Rp20.000) akan difakturkan dan dibayar di Januari, SolusiNet telah mencatat klaim terhadap pelanggan (piutang usaha) dan pendapatan honor di bulan Desember adalah sebagai berikut.
13 13
14 31 Piutang Usaha 12 500.000 14
15    Pendapatan Honor 41 500.000 15
16       Akruan pendapatan (25 jam x Rp20.000). 16

                          Piutang Usaha                                                   Pendapatan Honor     
Saldo           2.200.000                                                                         Saldo            16.340.000
31 Des           500.000                                                                          31 Des               500.000
Saldo Peny. 2.720.000                                                                         SaldoPeny    16.840.000    

Jika penyesuaian ataa piutang usaha (Rp500.000) tidak dicatat, Pendapatan Honor dan laba bersih akan kurang catat Rp500.000 dalam laporan laba rugi. Sementara di neraca, Piutang Usaha dan Modal, Cinta Cita akan kurang catat Rp500.000. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

Jumlah
Salah Saji
Laporan Laba Rugi
Pendapatan kurang catat Rp   (500.000)
Beban disajikan dengan benar Rp           XXX
Laba bersih kurang catat sebesar Rp   (500.000)
Neraca
Aset kurang catat sebesar Rp   (500.000)
Kewajiban disajikan dengan benar Rp           XXX
Ekuitas pemilik kurang catat sebesar           (500.000)
Jumlah kewajiban dan ekuitas
pemilik kurang catat sebesar Rp   (500.000)


Akruan Beban

Pembayaran dimuka ini merupakan beban yang ditangguhkan (deferral). Jenis jasa lainnya dibayar setelah digunakan. Sebagai contoh, beban gaji diakumulasi per jam dan per hari, namun pembayaran mungkin dilakukan secara mingguan, dua mingguan, atau bulanan. Jumlah beban gaji yang terjadi, namun masih terutang di akhir periode akuntansi merupakan beban sekaligus kewajiban. Jika hari terakhir dari periode pembayaran gaji bukan merupakan hari terakhir periode akuntansi, beban gaji yang terjadi dan kewajiban terkait harus dicatat menggunakan ayat jurnal penyesuaian. Ayat jurnal penyesuaian ini perlu dibuat agar beban dicatat dengan tepat, yaitu pada periode terjadinya.

Pada akhir bulan Desember, utang gaji yang harus dicatat untuk SolusiNet adalah Rp250.000. Jumlah ini adalah beban tambahan di Bulan Desember dan didebit pada akun beban gaji. Jumlah ini juga merupakan kewajiban pada tanggal 31 Desember dan dikredit pada Utang Gji. Ayat jurnal penyesuaian dan akun T-nya adalah sebagai berikut:
17 17
18 31 Beban Gaji 51 250.000 18
19    Utang Gaji 22 250.000 19
20       Gaji yang terutang 20



                          Beban Gaji                                                      Utang Gaji                      
Saldo           4.275.000                                                                         31 Des               250.000
31 Des           250.000                                                                         
Saldo Peny. 4.525.000                                                                                 

Setelah jurnal penyesuaian dicatat dan diposting, saldo debit akun beban gaji menjadi Rp4.525.000 yang merupakan beban gaji untuk dua bulan, November dan Desember. Saldo kredit Rp250.000 pada Utang Gaji merupakan jumlah gaji yang terutang per 31 Desember.            Perhatikan bahwa SolusiNet membayar gaji Rp950.000 pada tanggal 13 Desember dan Rp1.200.000 pada 27 Desember. Pembayaran ini meliputi pembayaran gaji periode dua mingguan yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Gaji Rp250.000 telah terjadi untuk hari Senin dan Selasa, 30 dan 31 Desember yang dicatat sebagai utang pada tanggal 31 Desember. Gaji yang dibayarkan pada 10 Januari berjumlah Rp1.275.000, termasuk beban gaji yang terutang pada 31 Desember. Pembayaran gaji 10 Januari dicatat dengan mendebit Beban Gaji Rp1.025.000, mendebit Utang Gaji Rp250.000, dan mengkredit Kas Rp1.275.000, seperti ditunjukkan berikut ini.
21 21
22   Jan  10 Beban Gaji 1.250.000 22
23 Utang Gaji 250.000 23
24    Kas 1.275.000 24

Apa akibatnya jika penyesuaian untuk gaji (Rp250.000) tersebut tidak dibuat? Dalam laporan laba rugi, Beban Gaji akan kurang catat sebesar Rp250.000, dan laba bersih akan lebih catat Rp250.000. Di neraca, Utang Gaji akan kurang catat sebesar Rp250.000 dan Modal, Cinta Cita akan lebih catat Rp250.000. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

Jumlah
Salah Saji
Laporan Laba Rugi
Pendapatan disajikan dengan benar Rp           XXX
Beban kurang catat sebesar        (250.000)
Laba bersih lebih catat sebesar Rp   (250.000)
Neraca
Aset disajikan dengan benar Rp           XXX
Kewajiban kurang catat sebesar Rp   (250.000)
Ekuitas pemilik lebih catat sebesar        (250.000)
Jumlah kewajiban dan ekuitas
pemilik disajikan dengan benar Rp           XXX


Beban Penyusutan

Sumber daya fisik yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan bersifat permanen atau memiliki masa kegunaan yang panjang disebut aset tetap (fixed assets atau plant assets).

Aset tetap SolusiNet adalah peralatan kantor (seperti meja, kursi, computer) yang digunakan sama dengan bahan habis pakai, yaitu untuk menghasilkan pendapatan. Namun, tidak seperti bahan habis pakai, kita tidak dapat melihat secara kasat mata terjadinya penurunan peralatan dalam hal kuantitas/fisik. Alih-alih, seiring berlalunya waktu, peralatan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi penggunanya. Penurunan manfaat ini disebut penyusutan atau depresiasi (depreciation).

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencattat penyusutan sama dengan ayat jurnal penyesuaian untuk penggunaan bahan habis pakai. Akun yang didebit adalah akun beban penyusutan. Akan tetapi, akun Aset Peralatan Kantor tidak dikredit karena harga pemerolehan aset tetap berikut akumulasi jumlah penyusutan yang telah dicatat sejak pembeliannya biasanya dilaporkan di neraca. Akun yang dikreditkan adalah akumulasi penyusutan (accumulated depreciation). Akun akumulasi penyusutan disebut akun kontra (contra accounts) atau akun kontra aset (contra aset accounts), karena akun tersebut dikurangkan dari akun aset pasangannnya di neraca. Saldo normal akun Kontra adalah kebalikan dari akun yang dikuranginya. Jadi, saldo normal Akumulasi Penyusutan adalah kredit.

Nama yang biasanya digunakan untuk Aset Tetap dan akun Aset Kontra Terkait adalah sebagai berikut:
Aset Tetap                                   Aset Kontra
Tanah                                            Tidak ada – Tanah tidak disusutkan
Gedung                                         Akumulasi Penyusutan – Gedung
Peralatan Toko                             Akumulasi Penyusutan – Peralatan Toko
Peralatan Kantor                           Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan bulan Desember SolusiNet digambarkan dalam ayat jurnal dan akun T berikut. Estimasi besarnya penyusutan untuk bulan tersebut diasumsikan Rp50.000.
25 25
26 31 Beban Penyusutan 53 50.000 26
27    Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor 19 50.000 27
28       Penyusutan perlatan kantor 28
29 29

                       Peralatan Kantor                                   Akumulasi Penyusutan            
Saldo           1.800.000                                                                         31 Des                 50.000


                                                                                       Akumulasi Penyusutan            
                                                                              31 Des      50.000

Kenaikan Rp50.000 dalam akun akumulasi penyusutan dikurangi dari biaya Rp1.800.000 yang dicatat pada akun aset tetap terkait. Selisih antara dua saldo adalah biaya Rp1.750.000 yang belum disusutkan. Jumlah ini (Rp1.750.000) disebut nilai buku aset (book value of the asset), atau nilai buku bersih (net book value) yang disajikan di neraca dengan urutan berikut:
         Peralatan kantor                                    Rp 1.800.000
               Dikurangi akumulasi penyusutan               50.000       Rp 1.750.000

Jika penyesuaian sebelumnya atas penyusutan (Rp50.000) tidak dicatat, Beban Penyusutan dalam laporan laba rugi akan kurang catat Rp50.000, dan laba bersih akan lebih catat Rp50.000. Dalam neraca, nilai buku Peralatan Kantor dan Modal, Cinta Cita akan lebih catat Rp50.000. Yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

Rangkuman Proses Penyesuaian

Jenis Penyesuaian Ayat Jurnal Penyesuaian
Beban Dibayar Dimuka
Bahan Habis Pakai Beban Bahan Habis Dipakai   1.240.000
Bahan Habis Pakai    1.240.000
Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi      200.000
Asuransi Dibayar Dimuka       200.000
Pendapatan Diterima Dimuka
Sewa Diterima Dimuka Sewa Diterima Dimuka      120.000
Pendapatan Sewa       120.000
Akruan Pendapatan
Akruan Pendapatan Honor Piutang Usaha      500.000
Pendapatan Honor       500.000
Akruan Beban
Akruan Gaji Beban Gaji      250.000
Utang Gaji       250.000
Beban Penyusutan
Peralatan Kantor Beban Penyusutan        50.000
Ak Peny - Peralatan Kantor         50.000

Daftar Saldo yang Disesuaikan

Setelah semua ayat jurnal penyesuaian telah diposting, daftar saldo lainnya disebut daftar saldo yang disesuaikan (adjusted trial balance) disiapkan. Tujuan dari daftar saldo yang disesuaikan adalah untuk memeriksa kesamaan jumlah saldo debit dan kredit sebelum kita menyiapkan laporan keuangan.
SolusiNet
Daftar Saldo yang  Disesuaikan
31 Desember 2009
Saldo Debit Saldo Kredit
Kas      2.065.000
Piutang Usaha      2.720.000
Bahan Habis Pakai         760.000
Asuransi Dibayar Dimuka      2.200.000
Tanah    20.000.000
Peralatan Kantor      1.800.000
Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor           50.000
Utang Usaha         900.000
Utang Gaji         250.000
Sewa Diterima Dimuka         240.000
Modal, Cinta Cita    25.000.000
Prive, Cinta Cita      4.000.000
Pendapatan Honor    16.340.000
Pendapatan Sewa         120.000
Beban Gaji      4.525.000
Beban Sewa      1.600.000
Beban Penyusutan           50.000
Beban Utilitas         985.000
Beban Bahan Habis Pakai      2.040.000
Beban Asuransi         200.000
Beban Lain-lain         455.000
   43.400.000    42.900.000
Sekian artikel tentang Pengertian Jurnal Penyesuaian, Proses, Contoh Soal Jurnal. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
  • Ikatan Akuntan Indonesia, Revisi 2010, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta
  • Reeve, James M., Carl S. Warren, Jonathan E. Duchac, Ersa Tri Wahyuni, Gatot Soepriyanto, Amir Abadi Jusuf, Chaerul D. Djakman. (2009). Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia, Buku 1. Salemba Empat.

Selengkapnya informasi terkait Pengertian Jurnal Penyesuaian, Proses, Contoh Soal Jurnal:

Related Posts :



Copyright © 2017 Modul Makalah | Powered by Blogger