Pengertian Siklus Akuntansi, Langkah, Contoh Gambar dan Soal - Modul Makalah

Tempatnya Berbagi Modul dan Makalah Pendidikan

Pengertian Siklus Akuntansi, Langkah, Contoh Gambar dan Soal

Artikel terkait : Pengertian Siklus Akuntansi, Langkah, Contoh Gambar dan Soal

Pengertian Siklus Akuntansi, Langkah, Contoh Gambar dan Soal - Proses akuntansi yang dimulai dengan menganalisis dan membuat jurnal untuk transaksi-transaksi dan diakhiri dengan menyiapkan catatan akuntansi untuk transaksi-transaksi periode berikutnya disebut dengan siklus akuntansi (accounting cycle). Langkah-langkah dalam siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
  1. Menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal.
  2. Posting transaksi tersebut ke buku besar.
  3. Menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan. 
  4. Menyiapkan dan menganalisis data penyesuaian 
  5. Menyiapkan kertas kerja akhir periode 
  6. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan posting ke buku besar 
  7. Menyiapkan daftar saldo yang disesuaikan 
  8. Menyiapkan laporan keuangan 

Ilustrasi Siklus Akuntansi

Berikut contoh:Kevin Mulyadi telah menjalankan usaha konsultasi paruh waktu dari rumahnya selama beberapa tahun. Pada tanggal 1 April 2010, Kevin memutuskan untuk pindah ke kantor sewaan dan menjalankan usahanya secara penuh waktu yang selanjutnya dikenal sebagai Kevin Consulting.

Selama bulan April, Kevin Consulting melakukan transaksi-transaksi berikut ini:
Apr.  1    Aset-aset berikut ini diterima dari Kevin Mulyadi: kas, Rp13.100.000; piutang usaha, Rp3.000.000; bahan habis pakai, Rp1.400.000; dan peralatan kantor, Rp12.500.000. Tidak ada kewajiban yang diterima.
  1. Membayar sewa tiga bulan sesuai kontrak sewa, Rp4.800.000. 
  2. Membayar premi asuransi kerugian dan kebakaran untuk property, Rp1.800.000. 
  3. Menerima kas dari klien sebagai pembayaran dimuka untuk jasa yang akan disediakan dan dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka, Rp5.000.000.
  4. Membeli tambahan peralatan kantor secara kredit dari CV Office Station, Rp2.000.000.
  5. Menerima kas dari klien atas pelunasan piutang usaha, Rp1.800.000.
  6. Membayar tunai untuk iklan koran, Rp120.000.
  7. Membayar CV Office Station sebagian dari utang pembelian tanggal 5 April, Rp1.200.000.
  8. Mencatat jasa yang disediakan secara kredit untuk periode 1-12 April, Rp4.200.000.
  9. Membayar gaji dua mingguan resepsionis paruh waktu, Rp750.000.
  10. Menerima kas dari klien atas honor periode 1-16 April, Rp6.250.000.
  11. Membayar tunai atas pembelian bahan habis pakai, Rp800.000
  12. Mencatat pendapatan honor yang masih terutang untuk periode 13-20 April, Rp2.100.000.
  13. Menerima kas dari klien atas honor periode 17-24 April, Rp3.850.000.
  14. Menerima kas dari klien atas pelunasan piutang usaha, Rp5.600.000.
  15. Membayar gaji dua mingguan resepsionis paruh waktu, Rp750.000.
  16. Membayar tagihan telepon bulan Arpil, Rp130.000.
  17. Membayar tagihan listrik bulan April, Rp200.000.
  18. Menerima kas dari klien atas honor periode 25-30 April, Rp3.050.000.
  19. Mencatat pendapatan honor yang masih terutang untuk sisa bulan April, Rp1.500.000.
  20. Kevin melakukan penarikan tunai sebesar Rp6.0000.000 untuk keperluan pribadi.


Pengertian Siklus Akuntansi, Langkah, Contoh Gambar dan Soal_
image source: paychex.com
baca juga:
Langkah 1. Menganalisis dan Mencatat Transaksi Ke Dalam Jurnal

Sistem akuntansi jurnal berpasangan adalah alat yang sangat berguna untuk menganalisis transaksi. Dalam menggunakan sistem ini untuk menganalisis transaksi, kita melakukan langkah-langkah berikut ini:



Langkah 2. Posting Transaksi ke Buku Besar

Secara Periodik, transaksi-transaksi yang dicatat ke dalam jurnal juga dipindahkan kea kun-akun dalam buku besar, atau yang disebut dengan istilah “posting”, dalam proses ini termasuk mencatat tanggal transaksi, jumlah debit atau kredit, dan referensi jurnal dalam akun. Sebagai tambahan, nomor akun dicatat dalam kolom Referensi Posting dalam jurnal untuk menunjukkan bahwa ayat jurnal telah diposting ke akun-akun dalam buku besar. Ayat-ayat jurnal untuk Kevin Consulting telah diposting ke buku besar yang ditunjukkan sebagai berikut:




















Langkah 3. Menyiapkan Daftar Saldo yang Belum Disesuaikan

Daftar saldo yang belum disesuaikan disiapkan untuk menentukan apakah terdapat kesalahan dalam posting debit dan kredit ke buku besar. Daftar saldo yang belum disesuaikan ini bukanlah bukti keakuratan yang lengkap mengenai buku besar. Daftar saldo ini hanya menunjukkan bahwa jumlah debit sama dengan jumlah kredit. Namun, manfaatnya tetap ada karena kesalahan sering kali memengaruhi kesamaan jumlah debit dan kredit. Jika jumlah kedua saldo dalam daftar saldo ini tidak sama, maka telah terjadi kesalahan yang harus ditemukan dan dikoreksi.

Daftar saldo yang belum disesuaikan untuk Kevin Consulting ditunjukkan sebagai berikut:

Daftar saldo yang belum disesuaikan untuk Kevin Consulting_
Daftar saldo yang belum disesuaikan untuk Kevin Consulting

Langkah 4. Menyiapkan dan Menganalisis Data Penyesuaian

Sebelum laporan keuangan dapat disiapkan, akun-akun harus dimutakhirkan. Empat jenis akun yang biasanya memerlukan penyesuaian termasuk beban dibayar dimuka, pendapatan diterima dimuka, akruan pendapatan (piutang usaha), dan akruan beban (beban yang masih terutang). Sebagai tambahan, beban penyusutan harus dicatat untuk semua aset tetap selain tanah. Data berikut ini telah disiapkan pada tanggal 30 April 2010, untuk analisis kemungkinan penyesuaian bagi Kevin Consulting:
  1. Asuransi yang terpakai selama bulan April adalah Rp300.000.
  2. Sisa bahan habis pakai pada tanggal 30 April adalah Rp1.350.000.
  3. Penyusutan peralatan kantor untuk bulan April adalah Rp330.000.
  4. Gaji resepsionis yang terutang pada tanggal 30 April adalah Rp120.000.
  5. Sewa yang terpakai selama bulan April adalah Rp1.600.000.
  6. Pendapatan diterima dimuka pada tanggal 30 April adalah Rp2.500.000.

Langkah 5. Menyiapkan Kertas Kerja Akhir Periode

Kertas kerja ini sangat berguna dalam menunjukkan alur informasi akuntansi dari daftar saldo yang belum disesuaikan ke daftar saldo yang disesuaikan dan laporan keuangan. Selain itu, kertas kerja akhir periode berguna dalam menganalisis pengaruh dari penyesuaian yang diajukan terhadap laporan keuangan. Kerta kerja akhir periode untuk Kevin Consulting ditunjukkan sebagai berikut:

Kerta kerja akhir periode untuk Kevin Consulting_
Kerta kerja akhir periode untuk Kevin Consulting

Langkah 6. Membuat Ayat Jurnal Penyesuaian dan Posting ke Buku Besar

Membuat Ayat Jurnal Penyesuaian dan Posting ke Buku Besar_
Membuat Ayat Jurnal Penyesuaian dan Posting ke Buku Besar

Langkah 7. Menyiapkan Daftar Saldo yang Disesuaikan

Setelah semua ayat jurnal penyesuaian telah dibuat dan diposting, daftar saldo yang disesuaikan disiapkan untuk memeriksa kesamaan jumlah saldo debit dan kredit. Hal ini adalah langkah terakhir sebelum menyiapkan laporan keuangan, dan semua kesalahan yang muncul dari proses posting ayat jurnal penyesuaian harus ditemukan dan diperbaiki. Daftar saldo yang disesuaikan untuk Kevin Consulting per 30 April 2010, ditunjukkan sebagai berikut

Daftar saldo yang disesuaikan untuk Kevin Consulting_
Daftar saldo yang disesuaikan untuk Kevin Consulting

Langkah 8. Menyiapkan Laporan Keuangan

Hasil terpenting dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan. Laporan laba rugi disiapkan terlebih dahulu, diikuti oleh laporan ekuitas pemilik, kemudian neraca. Laporan keuangan dapat disiapkan langsung dari daftar saldo yang disesuaikan, kertas kerja akhir periode, atau buku besar. Laba bersih atau rugi bersih yang ditunjukkan dalam laporan keuangan disajikan dalam laporan ekuitas pemilik bersama dengan penambahan investasi dan juga penarikan oleh pemilik. Saldo akhir modal pemilik dilaporkan di neraca dan ditambahkan dengan jumlah kewajiban untuk menyamakan jumlah aset.

Laporan keuangan untuk Kevin Consulting ditunjukkan sebagai berikut:.

Laporan keuangan untuk Kevin Consulting_



Kevin Consulting memperoleh laba bersih Rp18.300.000 untuk bulan April. Per 30 April 2010, Kevin Consulting memiliki jumlah aset Rp45.720.000, jumlah kewajiban Rp3.420.000, dan jumlah ekuitas pemilik Rp42.300.000.

Tahun Fiskal

Periode akuntansi tahunan yang dipilih oleh suatu usaha disebut tahun fiskal (fiscal year). Tahun fiskal dimulai dari hari pertama bulan yang dipilih sampai dengan hari terakhir pada 12 bulan berikutnya. Periode yang umum digunakan adalah tahun kalender (1 Januari sampai dengan 31 Desember). Namun, perusahaan juga dapat menggunakan periode selain tahun kalender. Contohnya, suatu perusahaan bisa saja menetapkan tahun fiskal yang berakhir saat aktivitas usahanya mencapai titik terendah dalam siklus operasi tahunannya. Tahun fiskal semacam itu disebut tahun usaha alami (natural business year). Pada titik rendah siklus operasinya dan menyiapkan laporan keuangan.

Karena perusahaan-perusahaan dengan tahun fiskal sering kali memiliki aktivitas operasi yang sifatnya sangat musiman, para investor dan pengguna laporan keuangan lainnya harus berhati-hati dalam menginterpretasikan laporan keuangan setengah tahunan untuk perusahaan tersebut. Artinya, Anda harus menyadari bahwa perusahaan tersebut akan memiliki hasil operasional yang sangat fluktuatif sepanjang tahun fiskal.

Sejarah keuangan suatu perusahaan bisa ditunjukkan dengan serangkaian neraca dan laporan laba rugi untuk beberapa tahun fiskal. Jika kelangsungan suatu perusahaan ditunjukkan dengan sebuah garis yang bergerak dari kiri ke kanan, serangkaian neraca dan laporan laba rugi dapat digambarkan sebagai berikut:


Sekian artikel tentang Pengertian Siklus Akuntansi, Langkah, Contoh Gambar dan Soal. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Ikatan Akuntan Indonesia, Revisi 2010, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta Reeve, James M., Carl S. Warren, Jonathan E. Duchac, Ersa Tri Wahyuni, Gatot Soepriyanto, Amir Abadi
  • Jusuf, Chaerul D. Djakman. (2009). Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia, Buku 1. Salemba Empat.

Artikel Modul Makalah Lainnya :



Copyright © 2017 Modul Makalah