Tempatnya Berbagi Modul dan Makalah Pendidikan

Sabtu, 24 Desember 2016

Pengertian Batasan Bisnis, Risiko, dan Pengendalian Bisnis

Pengertian Batasan Bisnis, Risiko, dan Pengendalian Bisnis - Sebuah Diagram Model Proses Bisnis adalah alat untuk mencapai tujuan, bukan hasil kinerja dari suatu proses.

Hasil akhir dagram proses bisnis adalah perbaikan cara proses bisnis itu bekerja.

Fokus perbaikan adalah pada 'nilai tambah' yang membuat layanan pelanggan dan pengalaman yang lebih baik, dan mengurangi waktu atau usaha yang terbuang.

Ada dua jenis utama dari Model Proses Bisnis:
  • 'apa adanya' atau model awal (situasi saat ini)
  • situasi baru yang dituju atau diharapkan yang digunakan untuk menganalisis, menguji, menerapkan dan meningkatkan proses.

Tujuan dari pemodelan adalah untuk menggambarkan proses lengkap, memungkinkan manajer, konsultan dan staf untuk meningkatkan aliran dan merampingkan proses.

Hasil dari proyek pemodelan proses bisnis pada dasarnya:

  • nilai pelanggan, dan
  • mengurangi biaya bagi perusahaan,
  • menyebabkan peningkatan keuntungan.

Konsekuensi sekunder lainnya yang timbul dari Pemodelan Proses Bisnis yang sukses yakni dapat ditingkatkannya keunggulan kompetitif, pertumbuhan pasar, dan moral staf yang lebih baik.

Tidak ada aturan mutlak untuk ruang lingkup atau luas Model Proses Bisnis.

Sebelum menetapkan banyaknya sumber daya untuk Pemodelan Proses Bisnis pertimbangan yang tepat harus diberikan kepada kegunaannya - ajukan pertanyaan:
  • Apakah pemodelan memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang akan membenarkan waktu dan usaha?
  • Apakah pemodelan terstruktur sehingga orang akan memahami output (tidak terlalu besar dan kompleks)?
  • Apakah orang-orang memahami mengapa kita melakukannya, dan "apa untungnya bagi mereka"?
  • Seperti alat-alat manajemen lainnya, tidak ada gunanya menghasilkan model yang fantastis kompleks yang tak seorang pun dapat memahami atau menggunakannya, hanya karena agak gila menghabiskan ratusan jam menganalisis hal penting yang relatif kecil.

Pemodelan Proses adalah metodologi yang ampuh untuk diarahkan pada operasi yang ada manfaatnya dari perbaikan, dan bila orang yang terlibat adalah yang berkecimpung dan mendukung.

Model Bisnis dan Batasan Marketing Approach

Marketing Approach* yang dapat dipakai perusahaan untuk meningkatkan hubungan:
  • Rute discreet+non personal menjadi continuous+non personal:Frequency Marketing
  • Rute discreet+non personal menjadi discreet+personal:Mass Customization
Marketing Approach seperti halnya strategi pemasaran diturunkan dari model bisnis perusahaan. Model bisnis menjelaskan bagaimana perusahaan menghasilkan keuntungan dan mencapai tujuannya, namun berbeda dengan strategi bisnis, model bisnis juga menjelaskan infrastruktur, proses operasional, organisasi, kebijakan, dll. Model bisnis secara umum terpolarisasi menjadi dua, dan pilihan strategi pemasaran atau marketing approach juga terpolarisasi secara sesuai. Polarisasi model bisnis adalah sebagai berikut:
  • Bisnis volume, dengan pilihan marketing approach yang natural atas manajemen hubungan adalah frequency Marketing
  • Bisnis margin, yang secara natural mengarah kepada Mass Customization dalam manajemen hubungan

Karakteristik Marketing dari Model Bisnis Margin
  • Contoh: JPMorgan Chase, Boeing, SAP, Fine dining restaurant
  • Jumlah customer: jumlah customer sedikit
  • Kebutuhan customer: kebutuhan yang unik (niche)
  • Solusi kebutuhan customer: kompleks
  • Nilai transaksi per customer: tinggi
  • Frekuensi transaksi per customer: rendah
  • Channel untuk menjangkau customer: consultative selling, exclusive distribution
  • Customer relationship: 1-to-1 relationship (high touch untuk memahami customer lebih baik, high tech karena kompleksitas solusi)
  • Value Proposition: custom made, hampir tidak ada proses yang berulang berdasarkan kredibilitas pendidikan dan pengalaman (referensi customer yang puas)
  • Key Activities: qualitative market research karena generalisasi atas beragam customer hampir mustahil dilakukan
  • Key Resource: client network, problem finding and solving using tools and methods

Karakteristik Marketing dari Model Bisnis Volume
  • Contoh: BCA, Toyota, Microsoft, Danone
  • Jumlah customer: jumlah customer banyak
  • Kebutuhan customer: kebutuhan yang relatif seragam (mass-segmented)
  • Solusi kebutuhan customer: lebih sederhana
  • Nilai transaksi per customer: rendah-sedang
  • Frekuensi transaksi per customer: tinggi-sedang
  • Channel untuk menjangkau customer: mass promotion & selling, intensive distribution
  • Customer relationship: non personal, mass relationship (low touch, low tech - high tech hanya untuk memungkinkan kecepatan dan frekuensi transaksi)
  • Value Proposition: mass made, proses berulang berdasarkan mass promotion
  • Key Activities: quantitative market research sebab transaksi terjadi dalam jumlah besar dengan produk yang diransaksikan seragam
  • Key Resource: mass communication, production efficiency, intensive distribution

Model Marketing Approach yang cocok dipakai sangat tergantung dari dinamika strategi bisnis. Bisnis volume yang mengarah kepada margin karena pergeseran produk dan segment sah-sah saja mempergunakan strategi Mass Customization dan sebaliknya


Pengertian Batasan Bisnis, Risiko, dan Pengendalian Bisnis_
image source: hometownbancorp.com
baca juga: Memahami Pengembangan dan Peranan Sistem Teknologi Informasi


Identifikasi Risiko


1. Umum
Pada tahap ini dilakukan identifikasi terhadap risiko yang akan dikelola. Identifikasi harus dilakukan terhadap semua risiko, baik yang berada didalam ataupun diluar organisasi.



2. Apa Yang Dapat Terjadi
Tujuannya adalah untuk menyusun daftar risiko secara komprehensif dari kejadian-kejadian yang dapat berdampak pada setiap elemen kegiatan. Perlu juga dilakukan pencatatan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi risiko yang ada secara rinci sehingga menggambarkan proses yang terjadi. Pada dasarnya tahap ini memberikan eksplorasi gambaran permasalahan yang sedang dihadapi. Tahap ini nantinya akan memberikan besaran konsekuensi yang dapat terjadi. Konsekuensi merupakan salah satu variabel penting untuk penentuan level risiko nantinya.


3. Bagaimana Dan Mengapa Itu Terjadi
Pada tahap ini dilakukan penyusunan skenario proses kejadian yang akan menimbulkan risiko berdasarkan informasi gambaran hasil eksplorasi masalah diatas. Skenario menjadi penting untuk memberikan rangkaian ‘cerita’ tentang proses terjadinya sebuah risiko, termasuk faktor-faktor yang adapat diduga menjadi penyebab ataupun mempengaruhi timbulnya risiko. Tahap ini akan memberikan rentang probabilitas yang ada. Sebagaimana konsekuensi, maka probabilitas juga merupakan variabel penting yang akan menentukan level risiko yang ada.



4. Peralatan Dan Teknik
Pendekatan yang digunakan untuk identifikasi risiko diantaranya, checklist, penilaian berdasarkan pengalaman dan pencatatan, flowcharts, brainstorming, analisis sistem, analisis skenario, dan teknik sistem engineering.

Analisis Risiko


1. Umum
Tujuan dari analisis risiko adalah untuk membedakan risiko minor yang dapat diterima dari risiko mayor, dan untuk menyediakan data untuk membantu evaluasi dan penanganan risiko. Analisis risiko termasuk pertimbangan dari sumber risiko, dan konsekuensinya. Faktor yang mempengaruhi konsekuensi dapat teridentifikasi. Risiko dianalisis dengan mempertimbangkan estimasi konsekuensi dan perhitungan terhadap program pengendalian yang selama ini sudah dijalankan.
Analis pendahuluan dapat dibuat untuk mendapatkan gambaran seluruh risiko yang ada. Kemudian disusun urutan risiko yang ada. Risiko-risiko yang kecil untuk sementara diabaikan dulu. Prioritas diberikan kepada risiko-risiko yang cukup signifikan dapat menimbulkan kerugian.


2. Menetapkan/ Determinasi Pengendalian Yang Sudah Ada
Identifikasi manajemen, sistem teknis dan prosedur-prosedur yang sudah ada untuk pengendalian risiko, kemudian dinilai kelebihan dan kekurangannya. Alat-alat yang digunakan dinilai kesesuainnya. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan misalnya, seperti inspeksi dan teknik pengendalian dengan penilaian sendiri/ professional judgement (Control Self-Assessment Techniques/ CST).

3. Konsekuensi/ Dampak Dan Kemungkinan
Konsekuensi dan probabilitas adalah kombinasi/ gabungan untuk memperlihatkan level risiko. Berbagai metode bisa digunakan untuk menghitung konsekuensi dan probabilitas, diantaranya dengan menggunakan metode statistik.

Metode lain yang juga bisa digunakan jika data terdahulu tidak tersedia, dengan melakukan ekstrapolasi data-data sekunder secara umum dari lembaga-lembaga internasional maupun industri sejenis. Kemudian dibuat estimasi/ perkiraan secara subyektif. Metode ini disebut metode penentuan dengan professional judgement. Hasilnya dapat memberikan gambaran secara umum mengenai level risiko yang ada.

Sumber informasi yang dapat digunakan untuk menghitung konsekuensi diantaranya adalah:
  1. Catatan-catatan terdahulu.
  2. Pengalaman kejadian yang relevan.
  3. Kebiasaan-kebiasaan yang ada di industri dan pengalaman-pengalaman pengendaliannya.
  4. Literatur-literatur yang beredar dan relevan.
  5. Marketing test dan penelitian pasar.
  6. Percobaan-percobaan dan prototipe.
  7. Model ekonomi, teknik, maupun model yang lain.
  8. Spesialis dan pendapat-pendapat para pakar.

Sedangkan teknik-tekniknya adalah:
  1. Wawancara yang terstruktur dengan para pakar yang terkait.
  2. Menggunakan berbagai disiplin keilmuan dari para pakar.
  3. Evaluasi perorangan dengan menggunakan kuesioner.
  4. Menggunakan sarana komputer dan lainnya.
  5. Menggunakan pohon kesalahan (fault tree) dan pohon kejadian (event tree).

Tipe-Tipe Analisis
Analisis risiko akan tergantung informasi risiko dan data yang tersedia. Metode analisis yang digunakan bisa bersifat kualitatif, semi kuantitatif, atau kuantitatif bahkan kombinasi dari ketiganya tergantung dari situasi dan kondisinya.

Urutan kompleksitas serta besarnya biaya analisis (dari kecil hingga besar) adalah: kualitatif, semi kuantitatif, dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk memberikan gambaran umum tentang level risiko. Setelah itu dapat dilakukan analisis semi kuantitatif ataupun kuantitatif untuk lebih merinci level risiko yang ada.

Penjelasan tentang karakteristik jenis-jenis analisis tersebut dapat dilihat dibawah ini:


a. Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif menggunakan bentuk kata atau skala deskriptif untuk menjelaskan seberapa besar potensi risiko yang akan diukur. Hasilnya misalnya risiko dapat termasuk dalam:
  1. Risiko rendah
  2. Risiko sedang
  3. Risiko tinggi

Catatan: Tabel E1 dan E2 dalam lampiran E menggambarkan contoh bentuk kualitatif yang mudah atau skala deskriptif dari kemungkinan-kemungkinan yang ada. Tabel E3 adalah sebuah contoh dari sebuah matriks yang dibuat berdasarkan prioritas kelas dengan menggambungkan kemungkinan-kemungkinan tersebut. Tabel tersebut perlu ditata kembali sesuai kebutuhan dari organisasi yang individu atau subjek tertentu dari penilaian suatu risiko.

Analisis kualitatif digunakan untuk kegiatan skrining awal pada risiko yang membutuhkan analisis lebih rinci dan lebih mendalam.

b. Analisis Semi-Kuantitatif
Pada analisis semi kuantitatif, skala kualitatif yang telah disebutkan diatas diberi nilai. Setiap nilai yang diberikan haruslah menggambarkan derajat konsekuensi maupun probabilitas dari risiko yang ada. Misalnya suatu risiko mempunyai tingkat probabilitas sangat mungkin terjadi, kemudian diberi nilai 100. setelah itu dilihat tingkat konsekuensi yang dapat terjadi sangat parah, lalu diberi nilai 50. Maka tingkat risiko adalah 100 x 50 = 5000. Nilai tingkat risiko ini kemudian dikonfirmasikan dengan tabel standar yang ada (misalnya dari ANZS/ Australian New Zealand Standard, No. 96, 1999).

Kehati-hatian harus dilakukan dalam menggunakan analisis semi-kuantitatif, karena nilai yang kita buat belum tentu mencerminkan kondisi obyektif yang ada dari sebuah risiko. Ketepatan perhitungan akan sangat bergantung kepada tingkat pengetahuan tim ahli dalam analisis tersebut terhadap proses terjadinya sebuah risiko. Oleh karena itu kegiatan analisis ini sebaiknya dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan background, tentu saja juga melibatkan manajer ataupun supervisor di bidang operasi.

c. Analisis Kuantitatif
Analisis dengan metode ini menggunakan nilai numerik. Kualitas dari analisis tergantung pada akurasi dan kelengkapan data yang ada. Konsekuensi dapat dihitung dengan menggunakan metode modeling hasil dari kejadian atau kumpulan kejadian atau dengan mempekirakan kemungkinan dari studi eksperimen atau data sekunder/ data terdahulu.

Probabilitas biasanya dihitung sebagai salah satu atau keduanya (exposure dan probability). Kedua variabel ini (probabilitas dan konsekuensi) kemudian digabung untuk menetapkan tingkat risiko yang ada. Tingkat risiko ini akan berbeda-beda menurut jenis risiko yang ada.


Sensitifitas Analisis
Tingkatan sensitifitas analisis (dimulai dari yang paling sensitif sampai dengan yang kurang sensitif) adalah:
  1. Analisis Kuantitatif
  2. Analisis Semi-kuantitatif
  3. Analisis Kualitatif

Evaluasi Risiko

Evaluasi Risiko adalah membandingkan tingkat risiko yang telah dihitung pada tahapan analisis risiko dengan kriteria standar yang digunakan.
Hasil Evaluasi risiko diantaranya adalah:
  1. Gambaran tentang seberapa penting risiko yang ada.
  2. Gambaran tentang prioritas risiko yang perlu ditanggulangi.
  3. Gambaran tentang kerugian yang mungkin terjadi baik dalam parameter biaya ataupun parameter lainnya.
  4. Masukan informasi untuk pertimbangan tahapan pengendalian.

Pengendalian Risiko

Pengendalian risiko meliputi identifikasi alternatif-alternatif pengendalian risiko, analisis pilihan-pilihan yang ada, rencana pengendalian dan pelaksanaan pengendalian.

1. Identifikasi Alternatif-Alternatif Pengendalian Risiko
Gambar 4.2 menjelaskan proses pengendalian risiko. Alternatif-alternatif pengendalian yang dapat dilakukan dapat dilihat di bawah ini:

a. Penghindaran risiko
Beberapa pertimbangan penghindaran risiko :
  1. Keputusan untuk menghindari atau menolak risiko sebaiknya memperhatikan informasi yang tersedia dan biaya pengendalian risiko.
  2. Kemungkinan kegagalan pengendalian risiko.
  3. Kemampuan sumber daya yang ada tidak memadai untuk pengendalian.
  4. Penghindaran risiko lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengendalian risiko yang dilakukan sendiri.
  5. Alokasi sumber daya tidak terganggu.

b.Mengurangi probabilitas
c. Mengurangi konsekuensi
d. Transfer risiko
Alternatif transfer risiko ini, dilakukan setelah dihitung keuntungan dan kerugiannya. Transfer risiko ini bisa berupa pengalihan risiko kepada pihak kontraktor. Oleh karena itu didalam perjanjian kontrak dengan pihak kontraktor harus jelas tercantum ruang lingkup pekerjaan dan juga risiko yang akan ditransfer. Selain itu konsekuensi yang mungkin terjadi dapat juga di transfer risikonya dengan pihak asuransi.

Proses Pengendalian Risiko_
Proses Pengendalian Risiko

2. Penilaian Alternatif-Alternatif Pengendalian Risiko

Pilihan sebaiknya dinilai atas dasar/ besarnya pengurangan risiko dan besarnya tambahan keuntungan atau kesempatan yang ada. Seleksi dari alternatif yang paling tepat meliputi keseimbangan biaya pelaksanaan terhadap keuntungan.

Walaupun pertimbangan biaya menjadi faktor penting dalam penentuan alternatif pengendalian risiko, tetapi faktor waktu dan keberlangsungan operasi tetap menjadi pertimbangan utama.


Biaya dari ukuran pengurangan risiko ($)

Seringkali perusahaan bisa mendapatkan manfaat besar dari pilihan kombinasi alternatif-alternatif pengendalian yang tersedia. Oleh karena itu sebenarnya tidak pernah terjadi penggunaan alternatif tunggal dalam proses pengendalian risiko.


3. Rencana Persiapan Pengendalian
Setelah ditentukan alternatif pengendalian risiko yang paling tepat, langkah berikutnya adalah menyusun rencana persiapan. Rencana persiapan ini berkaitan dengan pertanggungjawaban, jadwal waktu, anggaran, ukuran kinerja, dan tempat.



4. Implementasi Perbaikan Program
Idealnya, tanggungjawab dari pengendalian risiko seharusnya dilakukan oleh mereka yang benar-benar mengerti. Tanggung jawab tersebut harus disetujui lebih awal. Pelaksanaan pengendalian risiko yang baik membutuhkan sistem manajemen yang efektif, pembagian tanggungjawab yang jelas dan kemampuan individu yang handal.

Pemantauan Dan Telaah Ulang

Pemantauan selama pengendalian risiko berlangsung perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan yang bisa terjadi. Perubahan-perubahan tersebut kemudian perlu ditelaah ulang untuk selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan. Pada prinsipnya pemantauan dan telaah ulang perlu untuk dilakukan untuk menjamin terlaksananya seluruh proses manajemen risiko dengan optimal.

Komunikasi Dan Konsultasi

Komunikasi dan konsultasi merupakan pertimbangan penting pada setiap langkah atau tahapan dalam proses manejemen risiko. Sangat penting untuk mengembangkan rencana komunikasi, baik kepada kontributor internal maupun eksternal sejak tahapan awal proses manajemen risiko.

Komunikasi dan konsultasi termasuk didalamnya dialog dua arah diantara pihak yang berperan didalam proses manajemen risiko dengan fokus terhadap perkembangan kegiatan.

Komunikasi internal dan eksternal yang efektif penting untuk meyakinkan pihak manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan.

Persepsi risiko dapat bervariasi karena adanya perbedaan dalam asumsi dan konsep, isu-isu, dan fokus perhatian kontributor dalam hal hubungan risiko dan isu yang dibicarakan. Kontributor membuat keputusan tentang risiko yang dapat diterima berdasarkan pada persepsi mereka terhadap risiko. Karena kontributor sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan maka sangat penting bagaimana persepsi mereka tentang risiko sama halnya dengan persepsi keuntungan-keuntungan yang bisa didapat dengan pelaksanaan manajemen risiko.

Sekian artikel tentang Pengertian Batasan Bisnis, Risiko, dan Pengendalian Bisnis. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
  1. Hollander, Anita S, Accounting, Information Technology, and Solution Bisnis, McGraw Hill
  2. Raymond McLeod, Management Information Systems, Prentice Hall
  3. Jogiyanto. HM, Pengantar Teknologi Informasi, Andi Offset, Yogyakarta
  4. , Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer, Andi Offset, Yogyakarta
  5. Dadan Umar Daihani, Komputerisasi pengambilan keputusan, Elex Media Komputindo, Jakarta
  6. Husein Umar, Business an introduction, Gramedia, Jakarta
Modul Makalah_
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Batasan Bisnis, Risiko, dan Pengendalian Bisnis